Tuesday, May 17, 2005

......................


waktuku tak lagi banyak,
andai ku mampu memutar balik waktu
tak akan kutukar luka dan airmata
karna itu yang akan selalu menamparku
saat ku lengah dan lalai

.....................

Monday, May 09, 2005

hari ini hati gundah,
kilat,petir,mendung,
bergemuruh didada

hari ini hati gundah,
masih begitu ingin memelukmu
masih begitu ingin mengelus rambutmu
masih begitu ingin menggoreskan tawa
meski keberadaanku semu

hari ini hati gundah,
mungkin hanya sampai diujung jalan ini
aku menemanimu tertawa dan bahagia

esok...lusa,
aku tak lagi ada

Mungkin....




7 seas in smile may 05

Wednesday, April 20, 2005

Masih terus kulihat dirimu disana
dipojok cafe itu.
termenung.terdiam.tersenyum.
tak ada sapa.
yang ada hanya kesunyian diantara alunan musik jazz.

Hanya matamu yang bercerita
tentang luka.tentang sakit.tentang cinta.
tentang luka yang saat ini mendera
tentang sakit yang melumpuhkan mimpi
tentang cinta masa lalu yang membuatmu bertahan,
tegar dan tersenyum.


Ya! hanya sinar mata dan senyuman.



Corner Break 14 maret 05

Sunday, April 10, 2005

Lupa mata.
Lupa hati.
Lupa rasa.
Lupa raga.

……

Tapi…
aku tidak melupakan saat saat kita mengaduk kopi berdua.
Lalu tertawa dan menangis bersama saat nasi hanya sekepal tangan.



Jogja 10 april 05

Sunday, April 03, 2005

Rumput pagi dalam mimpi
Terus melambai menebarkan aroma masa lalu
Gubuk impian kita dipinggir pantai tlah kosong tak bernyawa

Mungkin mimpi akan terus merangkulmu
Dalam diam yang indah
Rasapun tak lagi bisa berbohong dalam mimpi

jika mungkin hanya dalam mimpi kita bisa berangkulan
biarlah terus ku bermimpi hingga mentari pagi mengelus ujung hidungku



Januari 05

Sunday, March 27, 2005

1.
Maaf jika kuhancurkan impianmu tentang istana tempatmu berlabuh
Meski kata maaf tak pantas buatmu
Karna kaujilati sendiri tetes darahmu
Diatas luka pengembara

2.
Dan rajamanmu tak lagi berasa
Meski berpuluh puluh kali kau hujamkan benda tajam itu
Bahkan apipun tak lagi bisa membakarmu

3.
Tubuh itu tlah tercabik cabik.
Meski dengan sayatan yang halus.
Darah.
Daging.
Hati.
Mati.
…….Rasa.



JogjaRaya,march 05

Wednesday, March 09, 2005

"Karena bagaimanapun,hidup memang tentang meninggal dan ditinggalkan."

*Tentang dia - Melly Goeslaw

Monday, March 07, 2005

Lihat,nak...
kupu kupu ikut menari
burung burung ikut berkicau
anginpun turut berdendang
bersama celotehan riang kalian
Hari ini tawa terkuras habis.
lelah.

Dan tidurlah,nak...
malam tlah menjemput
esok pagi rajutlah kembali tawa tawa kalian
menjadi jubah kebahagiaan.


Jogja 04-03-05
Aku dan bidadari kecil bernama Tasya
berlari menyusuri pantai
memunguti kerang kerang pendendang keceriaan
dengan sesekali berteriak ketika ombak menerpa

Aku dan bidadari kecil bernama Tasya
terus mengoceh dan bernyanyi
berdendang dan tertawa
selayak keceriaan yang tak akan berakhir

Lekas besar bidadari kecil...
kelak,tebarkanlah keceriaan
keseluruh pelosok negri ya...

Kuta,02 okt 03

Wednesday, March 02, 2005

Hari itu aku menangis dipelukannya.
Sisa laraku masih mengental.
Sisa amarahku pun masih menggumpal.
Dadaku sesak tak berirama.
Dan dia hanya terus mengelus rambutku.

Teringat pada sebuah smsnya suatu hari
Saat dukaku terasa mengiris iris.
“ Duka adalah permata jika benar menggosoknya,
namun duka bisa jadi batu yang menyumbat segala bahagia
jika ia bersemayam dihati sebagai dendam “
sms at 23:08 on 26-05-03

Banyak hari terlewati dengan tawanya.semangat hidupnya.keuletannya. tebaran kasih sayangnya.
Hingga lukaku berubah menjadi tawa.

Rentang waktu terus berganti.
Sekarang aku tlah memiliki jagoan jagoan kecil pembawa kebahagiaan
Lama tak mendengar kabar tentang dia.
Berulang kali aku mencoba menghubunginya,
Sekedar berbagi cerita tentang jagoan jagoanku..
No answer at all.

Hingga sebuah berita aku terima.
Dia meninggal.Kecelakaan.tgl.25 desember kemaren.
Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun.Hanya itu yang terucap.
Aku tercengang.Dadaku kembali sesak.
Mungkin ini mimpi.berulang kali aku meyakini hatiku.
Hingga saat kebenaran aku dengar.aku masih tak mampu berkata kata.

Airmataku tak lagi terbendung.
Kembali teringat pesannya kala itu.
“nah gitu dong senyum..tau gak rie,senyum juga bisa menambah 1 umur kita lho,bayangin aja….jadi tersenyumlah dan dunia akan tersenyum padamu”

Aku yakin.Didunia sana.Disisi yang Maha kuasa dia pasti bahagia.
Dan aku yakin saat saat terakhirnya pun pasti dia tersenyum.

He’s the one that I can count on when I felt down.
The best brother I ever have.
Selamat jalan mas Ti…
Maaf atas rasa terima kasih yang tak sempat terucap...
.......................


# seorang Tinon dalam kenangan.

Wednesday, February 23, 2005

Manda : Ren,punya hati jangan dibawa terbang terlalu tinggi.
sekalinya loe jatoh...sakiiiit banget....

Renata : Tapi kalo gak terbang tinggi gak bisa lihat pemandangan
indah,man.....


* Andai Ia Tau*

Thursday, February 17, 2005

Bahwa aku mencinta
Bahwa aku terluka
Bahwa aku terdampar…
Bahwa aku terhempas pada ilalang tajam menusuk

Bahwa aku bermimpi…
Berlari.Teriak.Menangis.Tertawa.
Bilik hatiku tak lagi bertempat tinggal
Kosong.sunyi.
Hanya tinggal aku dan malaikat kecil mimpiku.


Jogja 9 feb 05

Monday, February 14, 2005

Sudah hancur gubuk milik kita dibibir pantai itu
tergulung ombak,tersapu bersih
hanya tinggal buih buih dan puing puing

Sudah tak ada lagi impian tentang
menikmati secangkir kopi diteras gubuk kita
sambil bercengkrama dan bercerita
tentang bintang bintang yang akan kita petik
untuk malaikat malaikat kita

Sudah tak terdengar lagi nyanyian camar dipagi hari
menyambut datangnya rutinitas hidup kita
Sunyi!
Sendiri!

aku tak mampu lagi teriak
airmatapun tlah kering
semenjak badai mimpi buruk menghantam gubuk impian kita
yang tersisa hanya isak.sesak.sakit.luka.trauma.
tanpa airmata.

Aku hampir tak mampu bertahan seorang diri
disekelilingku hanyalah kesunyian
hingga jemari mungil malaikat malaikat mimpi
menyentuh lembut pipiku

ya! aku masih bisa bertahan
aku masih bisa kembali merajut impian
impaianku untuk malaikat malaikat kecilku
karna aku tau...
aku tak sendiri....


Januari 05

Saturday, November 20, 2004

Mungkin suatu saat, suatu hari, suatu waktu kelak kita akan bertemu lagi. Entah di ujung jalan,di persimpangan jalan, di stasiun, bandara, cafe, hotel, atau pun di dalam keramaian. Mungkin pun ketika kita bertemu,aku tak lagi mengenalimu dan kau tak lagi mengenaliku. Aku tak lagi bisa memahami pandangan matamu dan kau pun tak lagi bisa memahami arti senyumanku. Ketika bertatapan pun kita tak lagi bisa langsung saling mengenali satu sama lain.

Mungkin kita akan berbincang bincang tapi tak lagi seperti perbincangan-perbincangan kita di malam-malam dahulu, saat bulan menjadi kekasih kita, saat bintang-bintang menemani 365 hari dan malam kita bersama, tanpa kita sadari, sesungguhnya hati kita menyadari bahwa kita saling mengenal sebelumnya, bahwa dahulu kita pernah memiliki cerita bersama. Mungkin suatu senja kelak kita akan bersua di pantai itu lagi. Sama-sama memandang indahnya senja namun tak saling menyadari bahwa kita pernah merajut mimpi-mimpi senja bersama. Hanya saling duduk bersebelahan sambil tersenyum merasakan getaran memori.


Kalibata,01 Aug 04

Monday, November 01, 2004

Lagu buat Radith dan Rendra
by: Mama

Kukepakan sayap sayap putih cinta
untukmu buah hatiku
dalam hidupku

Rentangkan tangan tangan mungilmu
untuk kau genggam dunia
dimasa depanmu

Radith dan Rendra
buah hati mama
jadilah anak anak yang berbakti

Radith dan Rendra
penerang hatiku
senyummu adalah ketenanganku



Ps: untuk si Kembar "Anugrah terindah dalam hidupku"



Thursday, September 09, 2004

Masih terus kudoakan kau dalam diam
pada malam malam ketika bintang bintang tersenyum
masih terus kuucap namamu dalam kesunyian
saat kata kataku tak lagi berarti









Sunday, May 02, 2004

Seperti mimpi
seperti rasa
seperti asa

Terbang.
Melayang.
Bebas.


ahh....
Aku kembali.....




Kalibata,03 May 04

Friday, January 09, 2004

Aku tertatih
terhempas
terlempar dalam sebotol kecil berisi kenangan
yang akan kuletakkan di pemberhentian pertamaku.
Merci.



Senen,29 des 03





Dikepalaku ada hujan
tiktiktiktiktiktiktiktiktiktiktiktikterus deras lalu merintik
dan merintik lalu deras
seperti mendendangkan simfoni kenangan
kenangan indah
kenangan sedih
seperti hujan kerinduan
atau hujan airmata

Dikepalaku ada hujan
tiktiktitiktiktiktiktiktiktiktiktik
Hujan Cinta!



Balkoni,26 des 03

Sunday, December 07, 2003


Aku ingin berbagi keresahan denganmu
pada suatu malam gelap,pekat...
berbagi mangkuk untuk menampung
buncahan keresahan yang meledak,panas...

Tapi bibirku kaku lidahku kelu
hanya terus terpesona dengan pancaran matamu,tajam...

Lalu waktu berlalu begitu cepat
ketakutanku datang kembali
keresahanku terus memuncak
belati yang kugenggam tak lagi bersinar,
namun bersih tanpa setitik noktah merah

Asaku terbang
jiwaku melayang
ragaku lebur bersama tarikan nafasmu,

Tolonglah wahai Lelakiku,
akan terus kau bawa aku terbang bersama keperaduanmu,
atau akan kau hempas aku pada kubangan baru?



JogjaResah 05 Des 03