We are the roses in the garden, beauty with thorn among our leaves, to pick a rose we ask our hands to bleed…
Sunday, December 07, 2003
Aku ingin berbagi keresahan denganmu
pada suatu malam gelap,pekat...
berbagi mangkuk untuk menampung
buncahan keresahan yang meledak,panas...
Tapi bibirku kaku lidahku kelu
hanya terus terpesona dengan pancaran matamu,tajam...
Lalu waktu berlalu begitu cepat
ketakutanku datang kembali
keresahanku terus memuncak
belati yang kugenggam tak lagi bersinar,
namun bersih tanpa setitik noktah merah
Asaku terbang
jiwaku melayang
ragaku lebur bersama tarikan nafasmu,
Tolonglah wahai Lelakiku,
akan terus kau bawa aku terbang bersama keperaduanmu,
atau akan kau hempas aku pada kubangan baru?
JogjaResah 05 Des 03
Sunday, November 30, 2003
Ini seperti mimpi yang mengikis ngikis kenangan
menguliti ari ari pembungkus raga
membawaku terbang melayang layang
Aku pikir aku tidak akan lagi bisa terbang,
ternyata anginmu membawaku terbang
aku pikir perasaan kehilangan tidak akan
singgah lagi dalam langkahku,
ternyata ketika rangkaian besi itu membawamu pergi,
dan angin meninggalkan wangi tubuhmu,
teriak pun aku tak lagi mampu,
meski hanya untuk bertanya
akan kemana kau bawa langkah dan mimpi ini?
Tugu,27 Nov 03
menguliti ari ari pembungkus raga
membawaku terbang melayang layang
Aku pikir aku tidak akan lagi bisa terbang,
ternyata anginmu membawaku terbang
aku pikir perasaan kehilangan tidak akan
singgah lagi dalam langkahku,
ternyata ketika rangkaian besi itu membawamu pergi,
dan angin meninggalkan wangi tubuhmu,
teriak pun aku tak lagi mampu,
meski hanya untuk bertanya
akan kemana kau bawa langkah dan mimpi ini?
Tugu,27 Nov 03
Monday, November 10, 2003
Aku masih ingin menghancurkan semua,
memporak-porandakan mimpi yang telah usai
belum pada saatnya...
Aku masih ingin mengiris-ngiris mimpi yng pernah
menerbangkanku ke awang-awang,
meski kini...sekali lagi...telah usai...
Masih ingin kukumpulkan ceceran-ceceran darah segar ini,
untuk kupersembahkan padamu suatu saat kelak,
Diranjang pengantinmu....
JogjaAjaDeh '03
memporak-porandakan mimpi yang telah usai
belum pada saatnya...
Aku masih ingin mengiris-ngiris mimpi yng pernah
menerbangkanku ke awang-awang,
meski kini...sekali lagi...telah usai...
Masih ingin kukumpulkan ceceran-ceceran darah segar ini,
untuk kupersembahkan padamu suatu saat kelak,
Diranjang pengantinmu....
JogjaAjaDeh '03
Sunday, October 19, 2003
Wednesday, October 08, 2003
Telah kembali anak panah yang kulesatkan
pada bintang bintang didada kekasih
menjadi sengketa yang dipenuhi anggur
aku tak beranjak dari luka dan kecemasan
meski malam menjelma kerikil yang terbakar
dalam catatan masa lalu
dinding dinding inilah sang penyaksi
ketika kereta mengarak ladang kearah taman taman kota
di dalam hati
memelihara daun.
menumbuhkan bunga bunga
The ICQ from KeretaBerderit on 28 Sept 03 at 22:54
pada bintang bintang didada kekasih
menjadi sengketa yang dipenuhi anggur
aku tak beranjak dari luka dan kecemasan
meski malam menjelma kerikil yang terbakar
dalam catatan masa lalu
dinding dinding inilah sang penyaksi
ketika kereta mengarak ladang kearah taman taman kota
di dalam hati
memelihara daun.
menumbuhkan bunga bunga
The ICQ from KeretaBerderit on 28 Sept 03 at 22:54
Tuesday, September 30, 2003
aku dibawa mimpi..
terbang melayang melintasi awang-awang
menuju satu titik terang
titik terang yang menjilati tubuhku
menguliti ragaku dan pergi membawa sebagian rohku
teriak...marah....tak ada gunanya
meski hanya untuk bertanya,
akankah sebagian dari rohku yang telah dibawanya
akan dikembalikan?
: untuk september yang selalu kucintai
terbang melayang melintasi awang-awang
menuju satu titik terang
titik terang yang menjilati tubuhku
menguliti ragaku dan pergi membawa sebagian rohku
teriak...marah....tak ada gunanya
meski hanya untuk bertanya,
akankah sebagian dari rohku yang telah dibawanya
akan dikembalikan?
: untuk september yang selalu kucintai
Thursday, September 25, 2003
aku masih terikat pada kenangan tentangmu juga
pada bola matamu yang bersinar
pada bibirmu yang memabukkan
bahkan pada gesekan kasar kulitmu dikulitku
aku masih terikat pada kenangan tentangmu juga
dan pada jelaga jelaga yang membawamu dariku
lalu mengembalikanmu dalam sosok yang berbeda...
Denpasar,7Sep 03
pada bola matamu yang bersinar
pada bibirmu yang memabukkan
bahkan pada gesekan kasar kulitmu dikulitku
aku masih terikat pada kenangan tentangmu juga
dan pada jelaga jelaga yang membawamu dariku
lalu mengembalikanmu dalam sosok yang berbeda...
Denpasar,7Sep 03
Monday, September 15, 2003
Sunday, August 17, 2003
: Seorang P
Sekotak mawar biru yang kutitipkan padamu,
untuk sepenggal bukti dari segumpal asa yang pernah ada
meski kini hilang dari genggaman...
namun masih tergantung disatu cabang jiwaku...
tak akan berhenti melangkah...
tak berhenti berpijak...
tak akan berhenti mendamba...
meski punggugmu tak lagi nampak...
meski tanganmu tak lagi menggenggam tanganku...
Kuta 08 aug 03
Sekotak mawar biru yang kutitipkan padamu,
untuk sepenggal bukti dari segumpal asa yang pernah ada
meski kini hilang dari genggaman...
namun masih tergantung disatu cabang jiwaku...
tak akan berhenti melangkah...
tak berhenti berpijak...
tak akan berhenti mendamba...
meski punggugmu tak lagi nampak...
meski tanganmu tak lagi menggenggam tanganku...
Kuta 08 aug 03
Wednesday, July 02, 2003
Tuesday, June 24, 2003
Thursday, June 19, 2003
Monday, June 16, 2003
Demikianlah barangkali wangi teduh taman ini
bukan lagi milikku satu satunya
sebab angin telah menjadi badai.
ada sebongkah karang terbelah
melelehkan luka bergambar rekah bunga.
apakah cinta?
Lalu senja meruap.menyisipkan arakan kabut dibeku jam.
sepi nada.membatu cakrawala.tinggal luka meraup doa.
satu satunya musim sepanjang jejak napas dan suara...
an ICQ from KeretaBerderit on 28 May 03 at 15:20
bukan lagi milikku satu satunya
sebab angin telah menjadi badai.
ada sebongkah karang terbelah
melelehkan luka bergambar rekah bunga.
apakah cinta?
Lalu senja meruap.menyisipkan arakan kabut dibeku jam.
sepi nada.membatu cakrawala.tinggal luka meraup doa.
satu satunya musim sepanjang jejak napas dan suara...
an ICQ from KeretaBerderit on 28 May 03 at 15:20
Ada saatnya dimana pematang pematang kecil
yang menumbuhkan mimpi kita terasa pekat
lalu hanya batu batu didada kita meloncat
melukai putik putik janji digalengan tua yang lembab...
kitapun terdiam dengan desah lirih yang terbata
hingga angin menggayut ditelinga,
mengabarkan riwayat tak terbaca;
bahwa harapan,
ada kalanya adalah luka yang siap siap membesar jala..!!
lalu ditepi mata yang banjir,
barangkali akan kita titipkan sebuah tanya penuh dukanya;
apa yang tersisa dari waktu
selain percakapan yang mengundang kematian jelaga?
dan sunyipun sungsang.
jantung kita terpanggang
O,betapa sempurna...!!!
an ICQ from KeretaBerderit on 28 May 03
yang menumbuhkan mimpi kita terasa pekat
lalu hanya batu batu didada kita meloncat
melukai putik putik janji digalengan tua yang lembab...
kitapun terdiam dengan desah lirih yang terbata
hingga angin menggayut ditelinga,
mengabarkan riwayat tak terbaca;
bahwa harapan,
ada kalanya adalah luka yang siap siap membesar jala..!!
lalu ditepi mata yang banjir,
barangkali akan kita titipkan sebuah tanya penuh dukanya;
apa yang tersisa dari waktu
selain percakapan yang mengundang kematian jelaga?
dan sunyipun sungsang.
jantung kita terpanggang
O,betapa sempurna...!!!
an ICQ from KeretaBerderit on 28 May 03
Friday, June 13, 2003
Aku muak padamu!
pada senyum mempesonamu
pada kata kata manismu
pada janji janji mulukmu
Aku muak padamu!
pada bau parfummu yang seharga sekali tiket keBali
pada bau nafasmu yang mengingatkanku
pada sekotak coklat mint penggoda selera
Aku benar benar muak padamu kali ini!
sudahlah!
taruh saja dua tiga gepok uang ratusan ribu
diatas ranjang beralas sprei satin itu seperti biasa
dan bergabunglah denganku di dunia kita,
di surga dan neraka kita,
melewati taman sejuta bunga.....
Lalu esok pagi,
kembalilah lagi kau pada istri dan anakmu
ya...manisku tersayang!!
PojokExelco Juni 03
pada senyum mempesonamu
pada kata kata manismu
pada janji janji mulukmu
Aku muak padamu!
pada bau parfummu yang seharga sekali tiket keBali
pada bau nafasmu yang mengingatkanku
pada sekotak coklat mint penggoda selera
Aku benar benar muak padamu kali ini!
sudahlah!
taruh saja dua tiga gepok uang ratusan ribu
diatas ranjang beralas sprei satin itu seperti biasa
dan bergabunglah denganku di dunia kita,
di surga dan neraka kita,
melewati taman sejuta bunga.....
Lalu esok pagi,
kembalilah lagi kau pada istri dan anakmu
ya...manisku tersayang!!
PojokExelco Juni 03
on 13 Mei 03 at 02:43 am
Malam ini kesunyian merambut disekujur syaraf dan nadiku
seperti akar belukar yang melilitkan kisah luka masa lalu
tak ada jerit terucap selain airmata purba
yang telah berkali ditikam bencana
dan waktupun meruncing
menjadi pucuk gergaji yang bermain main dalam bilik aorta
Lalu,mesti dengan apa lagi akan kukisahkan perih luka yang selalu rahasia?
Tuhan,aku telah letih sungguh meniti takdir yang jauh keluh
tapi dimanakah keagungan kata kata?
an ICQ From : KeretaBerderit ;)
Subscribe to:
Posts (Atom)