aku dibawa mimpi..
terbang melayang melintasi awang-awang
menuju satu titik terang
titik terang yang menjilati tubuhku
menguliti ragaku dan pergi membawa sebagian rohku
teriak...marah....tak ada gunanya
meski hanya untuk bertanya,
akankah sebagian dari rohku yang telah dibawanya
akan dikembalikan?
: untuk september yang selalu kucintai
We are the roses in the garden, beauty with thorn among our leaves, to pick a rose we ask our hands to bleed…
Tuesday, September 30, 2003
Thursday, September 25, 2003
aku masih terikat pada kenangan tentangmu juga
pada bola matamu yang bersinar
pada bibirmu yang memabukkan
bahkan pada gesekan kasar kulitmu dikulitku
aku masih terikat pada kenangan tentangmu juga
dan pada jelaga jelaga yang membawamu dariku
lalu mengembalikanmu dalam sosok yang berbeda...
Denpasar,7Sep 03
pada bola matamu yang bersinar
pada bibirmu yang memabukkan
bahkan pada gesekan kasar kulitmu dikulitku
aku masih terikat pada kenangan tentangmu juga
dan pada jelaga jelaga yang membawamu dariku
lalu mengembalikanmu dalam sosok yang berbeda...
Denpasar,7Sep 03
Monday, September 15, 2003
Sunday, August 17, 2003
: Seorang P
Sekotak mawar biru yang kutitipkan padamu,
untuk sepenggal bukti dari segumpal asa yang pernah ada
meski kini hilang dari genggaman...
namun masih tergantung disatu cabang jiwaku...
tak akan berhenti melangkah...
tak berhenti berpijak...
tak akan berhenti mendamba...
meski punggugmu tak lagi nampak...
meski tanganmu tak lagi menggenggam tanganku...
Kuta 08 aug 03
Sekotak mawar biru yang kutitipkan padamu,
untuk sepenggal bukti dari segumpal asa yang pernah ada
meski kini hilang dari genggaman...
namun masih tergantung disatu cabang jiwaku...
tak akan berhenti melangkah...
tak berhenti berpijak...
tak akan berhenti mendamba...
meski punggugmu tak lagi nampak...
meski tanganmu tak lagi menggenggam tanganku...
Kuta 08 aug 03
Wednesday, July 02, 2003
Tuesday, June 24, 2003
Thursday, June 19, 2003
Monday, June 16, 2003
Demikianlah barangkali wangi teduh taman ini
bukan lagi milikku satu satunya
sebab angin telah menjadi badai.
ada sebongkah karang terbelah
melelehkan luka bergambar rekah bunga.
apakah cinta?
Lalu senja meruap.menyisipkan arakan kabut dibeku jam.
sepi nada.membatu cakrawala.tinggal luka meraup doa.
satu satunya musim sepanjang jejak napas dan suara...
an ICQ from KeretaBerderit on 28 May 03 at 15:20
bukan lagi milikku satu satunya
sebab angin telah menjadi badai.
ada sebongkah karang terbelah
melelehkan luka bergambar rekah bunga.
apakah cinta?
Lalu senja meruap.menyisipkan arakan kabut dibeku jam.
sepi nada.membatu cakrawala.tinggal luka meraup doa.
satu satunya musim sepanjang jejak napas dan suara...
an ICQ from KeretaBerderit on 28 May 03 at 15:20
Ada saatnya dimana pematang pematang kecil
yang menumbuhkan mimpi kita terasa pekat
lalu hanya batu batu didada kita meloncat
melukai putik putik janji digalengan tua yang lembab...
kitapun terdiam dengan desah lirih yang terbata
hingga angin menggayut ditelinga,
mengabarkan riwayat tak terbaca;
bahwa harapan,
ada kalanya adalah luka yang siap siap membesar jala..!!
lalu ditepi mata yang banjir,
barangkali akan kita titipkan sebuah tanya penuh dukanya;
apa yang tersisa dari waktu
selain percakapan yang mengundang kematian jelaga?
dan sunyipun sungsang.
jantung kita terpanggang
O,betapa sempurna...!!!
an ICQ from KeretaBerderit on 28 May 03
yang menumbuhkan mimpi kita terasa pekat
lalu hanya batu batu didada kita meloncat
melukai putik putik janji digalengan tua yang lembab...
kitapun terdiam dengan desah lirih yang terbata
hingga angin menggayut ditelinga,
mengabarkan riwayat tak terbaca;
bahwa harapan,
ada kalanya adalah luka yang siap siap membesar jala..!!
lalu ditepi mata yang banjir,
barangkali akan kita titipkan sebuah tanya penuh dukanya;
apa yang tersisa dari waktu
selain percakapan yang mengundang kematian jelaga?
dan sunyipun sungsang.
jantung kita terpanggang
O,betapa sempurna...!!!
an ICQ from KeretaBerderit on 28 May 03
Friday, June 13, 2003
Aku muak padamu!
pada senyum mempesonamu
pada kata kata manismu
pada janji janji mulukmu
Aku muak padamu!
pada bau parfummu yang seharga sekali tiket keBali
pada bau nafasmu yang mengingatkanku
pada sekotak coklat mint penggoda selera
Aku benar benar muak padamu kali ini!
sudahlah!
taruh saja dua tiga gepok uang ratusan ribu
diatas ranjang beralas sprei satin itu seperti biasa
dan bergabunglah denganku di dunia kita,
di surga dan neraka kita,
melewati taman sejuta bunga.....
Lalu esok pagi,
kembalilah lagi kau pada istri dan anakmu
ya...manisku tersayang!!
PojokExelco Juni 03
pada senyum mempesonamu
pada kata kata manismu
pada janji janji mulukmu
Aku muak padamu!
pada bau parfummu yang seharga sekali tiket keBali
pada bau nafasmu yang mengingatkanku
pada sekotak coklat mint penggoda selera
Aku benar benar muak padamu kali ini!
sudahlah!
taruh saja dua tiga gepok uang ratusan ribu
diatas ranjang beralas sprei satin itu seperti biasa
dan bergabunglah denganku di dunia kita,
di surga dan neraka kita,
melewati taman sejuta bunga.....
Lalu esok pagi,
kembalilah lagi kau pada istri dan anakmu
ya...manisku tersayang!!
PojokExelco Juni 03
on 13 Mei 03 at 02:43 am
Malam ini kesunyian merambut disekujur syaraf dan nadiku
seperti akar belukar yang melilitkan kisah luka masa lalu
tak ada jerit terucap selain airmata purba
yang telah berkali ditikam bencana
dan waktupun meruncing
menjadi pucuk gergaji yang bermain main dalam bilik aorta
Lalu,mesti dengan apa lagi akan kukisahkan perih luka yang selalu rahasia?
Tuhan,aku telah letih sungguh meniti takdir yang jauh keluh
tapi dimanakah keagungan kata kata?
an ICQ From : KeretaBerderit ;)
Wednesday, June 11, 2003
Kuhirup udara tanah dan terang mentari,
terentang tangan memanggil....
wahai keberanian.....
Sms on 25-05-03 at 08:03 am
Fajar,angin yang diam,embun,geliat kegelisahan,matahari...
hanya embun yang hampir selalu absen dalam membangun pagi...
dimanakah dia sekarang?
Sms on 28-05-03 at 07:44 am
From: Seorang Ti
~~~~~~~~~~~~@*@*@*@~~~~~~~~~~~~~~~~
Hidup
( Tentang makan siang dan perkawinan yang terlambat )
Adalah gugusan bintang gemintang
adalah memandang keluasan langit
ADALAH SANG HIDUP!!!
dan kemarin...
saat mimpi terjaga
mendera dikesunyian fajar
ya....
semua harus dikristalkan
oleh tapal batas usia
Tentang perjalanan 60 purnama
beku aku dalam kulkas!
leleh aku dalam panas!
Pasangkan kayu kayu kering oleh masa silam
sirami tanah tanah kering oleh masa silam
kemudian pergi memandang dari negeri sebrang
dan tertatih melangkah menuju sinaran
TUHAN !
By : R
On the stary night in Warnet "kita"
( Tentang makan siang dan perkawinan yang terlambat )
Adalah gugusan bintang gemintang
adalah memandang keluasan langit
ADALAH SANG HIDUP!!!
dan kemarin...
saat mimpi terjaga
mendera dikesunyian fajar
ya....
semua harus dikristalkan
oleh tapal batas usia
Tentang perjalanan 60 purnama
beku aku dalam kulkas!
leleh aku dalam panas!
Pasangkan kayu kayu kering oleh masa silam
sirami tanah tanah kering oleh masa silam
kemudian pergi memandang dari negeri sebrang
dan tertatih melangkah menuju sinaran
TUHAN !
By : R
On the stary night in Warnet "kita"
Saturday, June 07, 2003
Tuesday, June 03, 2003
Pagi itu tiba tiba kau datang lagi
setelah sekian lama menghilang
lenyap tertelan cakrawala
berbekal sekarung entah penyesalan
entah kepalsuan yang kau gantung dipundakmu
nanar matamu menatapku
aku bertanya "untuk apa kau datang?"
kau berkata "aku membawa sekarung penyesalanku
untuk kupersembahkan padamu..."
aku bertanya lagi "untuk apa semua itu?"
dan matamu sayu...nanar...berkilau memerah...
"aku mau pamit" ujarmu lirih
buat apa? bathinku.
toh sebelumnya,saat peluh peluh birahiku belum mengering,
saat dinding dinding kamar memantulkan desahan desahan kita,
saat ranjang disisikupun belum benar benar dingin,
kau telah pergi....
tanpa kecupan selamat tinggal...
tanpa pamit...
toh sebelumnya,saat aku terkulai tak berdaya dipagi buta dikamar hotel itu,
saat genangan darah itu belum menjadi beku,
saat luka rajaman pada tubuhku belum mengering,
saat sprei putih bersih yang kini menjadi merah karna "prakarya"mu
belum sempat dicuci oleh cleaning service,
kau telah pergi...
tanpa menengok...
sekali lagi tanpa pamit...
lalu untuk apa saat ini kau datang?
terduduk disampingku dengan sekarung penyesalan katamu
yang didalamnya terselip tawa kebahagiaanmu,
lalu untuk apa saat ini kau datang?
menangis sesenggukan diatas pusara yang telah kering,
membuat peziarah lain terharu menatapmu,
untuk apa lagi kau datang?
apa kau benar benar membutuhkan ijin dariku?
Memuakan!!
Munafiiiikkkk!!!!
setelah sekian lama menghilang
lenyap tertelan cakrawala
berbekal sekarung entah penyesalan
entah kepalsuan yang kau gantung dipundakmu
nanar matamu menatapku
aku bertanya "untuk apa kau datang?"
kau berkata "aku membawa sekarung penyesalanku
untuk kupersembahkan padamu..."
aku bertanya lagi "untuk apa semua itu?"
dan matamu sayu...nanar...berkilau memerah...
"aku mau pamit" ujarmu lirih
buat apa? bathinku.
toh sebelumnya,saat peluh peluh birahiku belum mengering,
saat dinding dinding kamar memantulkan desahan desahan kita,
saat ranjang disisikupun belum benar benar dingin,
kau telah pergi....
tanpa kecupan selamat tinggal...
tanpa pamit...
toh sebelumnya,saat aku terkulai tak berdaya dipagi buta dikamar hotel itu,
saat genangan darah itu belum menjadi beku,
saat luka rajaman pada tubuhku belum mengering,
saat sprei putih bersih yang kini menjadi merah karna "prakarya"mu
belum sempat dicuci oleh cleaning service,
kau telah pergi...
tanpa menengok...
sekali lagi tanpa pamit...
lalu untuk apa saat ini kau datang?
terduduk disampingku dengan sekarung penyesalan katamu
yang didalamnya terselip tawa kebahagiaanmu,
lalu untuk apa saat ini kau datang?
menangis sesenggukan diatas pusara yang telah kering,
membuat peziarah lain terharu menatapmu,
untuk apa lagi kau datang?
apa kau benar benar membutuhkan ijin dariku?
Memuakan!!
Munafiiiikkkk!!!!
Saturday, May 31, 2003
dimanakah kau letakkan kerinduanku,lelakiku...
saat pucuk pucuk bunga itu bermekaran
membentuk sebungkah tawa
dimanakah kau letakkan mimpiku,lelakiku....
saat jelaga jelaga memburamkan pandang mataku
membuyarkan selaksa jingga pada mimpiku
dimanakah kau letakkan hatiku,lelakiku....
saat darah darah itu mulai mengering
dan pecahannya kembali merekat
dimanakah kau letakkan aku,lelakiku....
saat tubuhku dingin membeku
menanti sentuhanmu
dimana.........??
saat pucuk pucuk bunga itu bermekaran
membentuk sebungkah tawa
dimanakah kau letakkan mimpiku,lelakiku....
saat jelaga jelaga memburamkan pandang mataku
membuyarkan selaksa jingga pada mimpiku
dimanakah kau letakkan hatiku,lelakiku....
saat darah darah itu mulai mengering
dan pecahannya kembali merekat
dimanakah kau letakkan aku,lelakiku....
saat tubuhku dingin membeku
menanti sentuhanmu
dimana.........??
Subscribe to:
Posts (Atom)