We are the roses in the garden, beauty with thorn among our leaves, to pick a rose we ask our hands to bleed…
Sunday, December 07, 2003
Aku ingin berbagi keresahan denganmu
pada suatu malam gelap,pekat...
berbagi mangkuk untuk menampung
buncahan keresahan yang meledak,panas...
Tapi bibirku kaku lidahku kelu
hanya terus terpesona dengan pancaran matamu,tajam...
Lalu waktu berlalu begitu cepat
ketakutanku datang kembali
keresahanku terus memuncak
belati yang kugenggam tak lagi bersinar,
namun bersih tanpa setitik noktah merah
Asaku terbang
jiwaku melayang
ragaku lebur bersama tarikan nafasmu,
Tolonglah wahai Lelakiku,
akan terus kau bawa aku terbang bersama keperaduanmu,
atau akan kau hempas aku pada kubangan baru?
JogjaResah 05 Des 03
Sunday, November 30, 2003
Ini seperti mimpi yang mengikis ngikis kenangan
menguliti ari ari pembungkus raga
membawaku terbang melayang layang
Aku pikir aku tidak akan lagi bisa terbang,
ternyata anginmu membawaku terbang
aku pikir perasaan kehilangan tidak akan
singgah lagi dalam langkahku,
ternyata ketika rangkaian besi itu membawamu pergi,
dan angin meninggalkan wangi tubuhmu,
teriak pun aku tak lagi mampu,
meski hanya untuk bertanya
akan kemana kau bawa langkah dan mimpi ini?
Tugu,27 Nov 03
menguliti ari ari pembungkus raga
membawaku terbang melayang layang
Aku pikir aku tidak akan lagi bisa terbang,
ternyata anginmu membawaku terbang
aku pikir perasaan kehilangan tidak akan
singgah lagi dalam langkahku,
ternyata ketika rangkaian besi itu membawamu pergi,
dan angin meninggalkan wangi tubuhmu,
teriak pun aku tak lagi mampu,
meski hanya untuk bertanya
akan kemana kau bawa langkah dan mimpi ini?
Tugu,27 Nov 03
Monday, November 10, 2003
Aku masih ingin menghancurkan semua,
memporak-porandakan mimpi yang telah usai
belum pada saatnya...
Aku masih ingin mengiris-ngiris mimpi yng pernah
menerbangkanku ke awang-awang,
meski kini...sekali lagi...telah usai...
Masih ingin kukumpulkan ceceran-ceceran darah segar ini,
untuk kupersembahkan padamu suatu saat kelak,
Diranjang pengantinmu....
JogjaAjaDeh '03
memporak-porandakan mimpi yang telah usai
belum pada saatnya...
Aku masih ingin mengiris-ngiris mimpi yng pernah
menerbangkanku ke awang-awang,
meski kini...sekali lagi...telah usai...
Masih ingin kukumpulkan ceceran-ceceran darah segar ini,
untuk kupersembahkan padamu suatu saat kelak,
Diranjang pengantinmu....
JogjaAjaDeh '03
Sunday, October 19, 2003
Wednesday, October 08, 2003
Telah kembali anak panah yang kulesatkan
pada bintang bintang didada kekasih
menjadi sengketa yang dipenuhi anggur
aku tak beranjak dari luka dan kecemasan
meski malam menjelma kerikil yang terbakar
dalam catatan masa lalu
dinding dinding inilah sang penyaksi
ketika kereta mengarak ladang kearah taman taman kota
di dalam hati
memelihara daun.
menumbuhkan bunga bunga
The ICQ from KeretaBerderit on 28 Sept 03 at 22:54
pada bintang bintang didada kekasih
menjadi sengketa yang dipenuhi anggur
aku tak beranjak dari luka dan kecemasan
meski malam menjelma kerikil yang terbakar
dalam catatan masa lalu
dinding dinding inilah sang penyaksi
ketika kereta mengarak ladang kearah taman taman kota
di dalam hati
memelihara daun.
menumbuhkan bunga bunga
The ICQ from KeretaBerderit on 28 Sept 03 at 22:54
Tuesday, September 30, 2003
aku dibawa mimpi..
terbang melayang melintasi awang-awang
menuju satu titik terang
titik terang yang menjilati tubuhku
menguliti ragaku dan pergi membawa sebagian rohku
teriak...marah....tak ada gunanya
meski hanya untuk bertanya,
akankah sebagian dari rohku yang telah dibawanya
akan dikembalikan?
: untuk september yang selalu kucintai
terbang melayang melintasi awang-awang
menuju satu titik terang
titik terang yang menjilati tubuhku
menguliti ragaku dan pergi membawa sebagian rohku
teriak...marah....tak ada gunanya
meski hanya untuk bertanya,
akankah sebagian dari rohku yang telah dibawanya
akan dikembalikan?
: untuk september yang selalu kucintai
Thursday, September 25, 2003
aku masih terikat pada kenangan tentangmu juga
pada bola matamu yang bersinar
pada bibirmu yang memabukkan
bahkan pada gesekan kasar kulitmu dikulitku
aku masih terikat pada kenangan tentangmu juga
dan pada jelaga jelaga yang membawamu dariku
lalu mengembalikanmu dalam sosok yang berbeda...
Denpasar,7Sep 03
pada bola matamu yang bersinar
pada bibirmu yang memabukkan
bahkan pada gesekan kasar kulitmu dikulitku
aku masih terikat pada kenangan tentangmu juga
dan pada jelaga jelaga yang membawamu dariku
lalu mengembalikanmu dalam sosok yang berbeda...
Denpasar,7Sep 03
Monday, September 15, 2003
Sunday, August 17, 2003
: Seorang P
Sekotak mawar biru yang kutitipkan padamu,
untuk sepenggal bukti dari segumpal asa yang pernah ada
meski kini hilang dari genggaman...
namun masih tergantung disatu cabang jiwaku...
tak akan berhenti melangkah...
tak berhenti berpijak...
tak akan berhenti mendamba...
meski punggugmu tak lagi nampak...
meski tanganmu tak lagi menggenggam tanganku...
Kuta 08 aug 03
Sekotak mawar biru yang kutitipkan padamu,
untuk sepenggal bukti dari segumpal asa yang pernah ada
meski kini hilang dari genggaman...
namun masih tergantung disatu cabang jiwaku...
tak akan berhenti melangkah...
tak berhenti berpijak...
tak akan berhenti mendamba...
meski punggugmu tak lagi nampak...
meski tanganmu tak lagi menggenggam tanganku...
Kuta 08 aug 03
Wednesday, July 02, 2003
Tuesday, June 24, 2003
Thursday, June 19, 2003
Monday, June 16, 2003
Demikianlah barangkali wangi teduh taman ini
bukan lagi milikku satu satunya
sebab angin telah menjadi badai.
ada sebongkah karang terbelah
melelehkan luka bergambar rekah bunga.
apakah cinta?
Lalu senja meruap.menyisipkan arakan kabut dibeku jam.
sepi nada.membatu cakrawala.tinggal luka meraup doa.
satu satunya musim sepanjang jejak napas dan suara...
an ICQ from KeretaBerderit on 28 May 03 at 15:20
bukan lagi milikku satu satunya
sebab angin telah menjadi badai.
ada sebongkah karang terbelah
melelehkan luka bergambar rekah bunga.
apakah cinta?
Lalu senja meruap.menyisipkan arakan kabut dibeku jam.
sepi nada.membatu cakrawala.tinggal luka meraup doa.
satu satunya musim sepanjang jejak napas dan suara...
an ICQ from KeretaBerderit on 28 May 03 at 15:20
Ada saatnya dimana pematang pematang kecil
yang menumbuhkan mimpi kita terasa pekat
lalu hanya batu batu didada kita meloncat
melukai putik putik janji digalengan tua yang lembab...
kitapun terdiam dengan desah lirih yang terbata
hingga angin menggayut ditelinga,
mengabarkan riwayat tak terbaca;
bahwa harapan,
ada kalanya adalah luka yang siap siap membesar jala..!!
lalu ditepi mata yang banjir,
barangkali akan kita titipkan sebuah tanya penuh dukanya;
apa yang tersisa dari waktu
selain percakapan yang mengundang kematian jelaga?
dan sunyipun sungsang.
jantung kita terpanggang
O,betapa sempurna...!!!
an ICQ from KeretaBerderit on 28 May 03
yang menumbuhkan mimpi kita terasa pekat
lalu hanya batu batu didada kita meloncat
melukai putik putik janji digalengan tua yang lembab...
kitapun terdiam dengan desah lirih yang terbata
hingga angin menggayut ditelinga,
mengabarkan riwayat tak terbaca;
bahwa harapan,
ada kalanya adalah luka yang siap siap membesar jala..!!
lalu ditepi mata yang banjir,
barangkali akan kita titipkan sebuah tanya penuh dukanya;
apa yang tersisa dari waktu
selain percakapan yang mengundang kematian jelaga?
dan sunyipun sungsang.
jantung kita terpanggang
O,betapa sempurna...!!!
an ICQ from KeretaBerderit on 28 May 03
Friday, June 13, 2003
Aku muak padamu!
pada senyum mempesonamu
pada kata kata manismu
pada janji janji mulukmu
Aku muak padamu!
pada bau parfummu yang seharga sekali tiket keBali
pada bau nafasmu yang mengingatkanku
pada sekotak coklat mint penggoda selera
Aku benar benar muak padamu kali ini!
sudahlah!
taruh saja dua tiga gepok uang ratusan ribu
diatas ranjang beralas sprei satin itu seperti biasa
dan bergabunglah denganku di dunia kita,
di surga dan neraka kita,
melewati taman sejuta bunga.....
Lalu esok pagi,
kembalilah lagi kau pada istri dan anakmu
ya...manisku tersayang!!
PojokExelco Juni 03
pada senyum mempesonamu
pada kata kata manismu
pada janji janji mulukmu
Aku muak padamu!
pada bau parfummu yang seharga sekali tiket keBali
pada bau nafasmu yang mengingatkanku
pada sekotak coklat mint penggoda selera
Aku benar benar muak padamu kali ini!
sudahlah!
taruh saja dua tiga gepok uang ratusan ribu
diatas ranjang beralas sprei satin itu seperti biasa
dan bergabunglah denganku di dunia kita,
di surga dan neraka kita,
melewati taman sejuta bunga.....
Lalu esok pagi,
kembalilah lagi kau pada istri dan anakmu
ya...manisku tersayang!!
PojokExelco Juni 03
on 13 Mei 03 at 02:43 am
Malam ini kesunyian merambut disekujur syaraf dan nadiku
seperti akar belukar yang melilitkan kisah luka masa lalu
tak ada jerit terucap selain airmata purba
yang telah berkali ditikam bencana
dan waktupun meruncing
menjadi pucuk gergaji yang bermain main dalam bilik aorta
Lalu,mesti dengan apa lagi akan kukisahkan perih luka yang selalu rahasia?
Tuhan,aku telah letih sungguh meniti takdir yang jauh keluh
tapi dimanakah keagungan kata kata?
an ICQ From : KeretaBerderit ;)
Wednesday, June 11, 2003
Kuhirup udara tanah dan terang mentari,
terentang tangan memanggil....
wahai keberanian.....
Sms on 25-05-03 at 08:03 am
Fajar,angin yang diam,embun,geliat kegelisahan,matahari...
hanya embun yang hampir selalu absen dalam membangun pagi...
dimanakah dia sekarang?
Sms on 28-05-03 at 07:44 am
From: Seorang Ti
~~~~~~~~~~~~@*@*@*@~~~~~~~~~~~~~~~~
Hidup
( Tentang makan siang dan perkawinan yang terlambat )
Adalah gugusan bintang gemintang
adalah memandang keluasan langit
ADALAH SANG HIDUP!!!
dan kemarin...
saat mimpi terjaga
mendera dikesunyian fajar
ya....
semua harus dikristalkan
oleh tapal batas usia
Tentang perjalanan 60 purnama
beku aku dalam kulkas!
leleh aku dalam panas!
Pasangkan kayu kayu kering oleh masa silam
sirami tanah tanah kering oleh masa silam
kemudian pergi memandang dari negeri sebrang
dan tertatih melangkah menuju sinaran
TUHAN !
By : R
On the stary night in Warnet "kita"
( Tentang makan siang dan perkawinan yang terlambat )
Adalah gugusan bintang gemintang
adalah memandang keluasan langit
ADALAH SANG HIDUP!!!
dan kemarin...
saat mimpi terjaga
mendera dikesunyian fajar
ya....
semua harus dikristalkan
oleh tapal batas usia
Tentang perjalanan 60 purnama
beku aku dalam kulkas!
leleh aku dalam panas!
Pasangkan kayu kayu kering oleh masa silam
sirami tanah tanah kering oleh masa silam
kemudian pergi memandang dari negeri sebrang
dan tertatih melangkah menuju sinaran
TUHAN !
By : R
On the stary night in Warnet "kita"
Saturday, June 07, 2003
Tuesday, June 03, 2003
Pagi itu tiba tiba kau datang lagi
setelah sekian lama menghilang
lenyap tertelan cakrawala
berbekal sekarung entah penyesalan
entah kepalsuan yang kau gantung dipundakmu
nanar matamu menatapku
aku bertanya "untuk apa kau datang?"
kau berkata "aku membawa sekarung penyesalanku
untuk kupersembahkan padamu..."
aku bertanya lagi "untuk apa semua itu?"
dan matamu sayu...nanar...berkilau memerah...
"aku mau pamit" ujarmu lirih
buat apa? bathinku.
toh sebelumnya,saat peluh peluh birahiku belum mengering,
saat dinding dinding kamar memantulkan desahan desahan kita,
saat ranjang disisikupun belum benar benar dingin,
kau telah pergi....
tanpa kecupan selamat tinggal...
tanpa pamit...
toh sebelumnya,saat aku terkulai tak berdaya dipagi buta dikamar hotel itu,
saat genangan darah itu belum menjadi beku,
saat luka rajaman pada tubuhku belum mengering,
saat sprei putih bersih yang kini menjadi merah karna "prakarya"mu
belum sempat dicuci oleh cleaning service,
kau telah pergi...
tanpa menengok...
sekali lagi tanpa pamit...
lalu untuk apa saat ini kau datang?
terduduk disampingku dengan sekarung penyesalan katamu
yang didalamnya terselip tawa kebahagiaanmu,
lalu untuk apa saat ini kau datang?
menangis sesenggukan diatas pusara yang telah kering,
membuat peziarah lain terharu menatapmu,
untuk apa lagi kau datang?
apa kau benar benar membutuhkan ijin dariku?
Memuakan!!
Munafiiiikkkk!!!!
setelah sekian lama menghilang
lenyap tertelan cakrawala
berbekal sekarung entah penyesalan
entah kepalsuan yang kau gantung dipundakmu
nanar matamu menatapku
aku bertanya "untuk apa kau datang?"
kau berkata "aku membawa sekarung penyesalanku
untuk kupersembahkan padamu..."
aku bertanya lagi "untuk apa semua itu?"
dan matamu sayu...nanar...berkilau memerah...
"aku mau pamit" ujarmu lirih
buat apa? bathinku.
toh sebelumnya,saat peluh peluh birahiku belum mengering,
saat dinding dinding kamar memantulkan desahan desahan kita,
saat ranjang disisikupun belum benar benar dingin,
kau telah pergi....
tanpa kecupan selamat tinggal...
tanpa pamit...
toh sebelumnya,saat aku terkulai tak berdaya dipagi buta dikamar hotel itu,
saat genangan darah itu belum menjadi beku,
saat luka rajaman pada tubuhku belum mengering,
saat sprei putih bersih yang kini menjadi merah karna "prakarya"mu
belum sempat dicuci oleh cleaning service,
kau telah pergi...
tanpa menengok...
sekali lagi tanpa pamit...
lalu untuk apa saat ini kau datang?
terduduk disampingku dengan sekarung penyesalan katamu
yang didalamnya terselip tawa kebahagiaanmu,
lalu untuk apa saat ini kau datang?
menangis sesenggukan diatas pusara yang telah kering,
membuat peziarah lain terharu menatapmu,
untuk apa lagi kau datang?
apa kau benar benar membutuhkan ijin dariku?
Memuakan!!
Munafiiiikkkk!!!!
Saturday, May 31, 2003
dimanakah kau letakkan kerinduanku,lelakiku...
saat pucuk pucuk bunga itu bermekaran
membentuk sebungkah tawa
dimanakah kau letakkan mimpiku,lelakiku....
saat jelaga jelaga memburamkan pandang mataku
membuyarkan selaksa jingga pada mimpiku
dimanakah kau letakkan hatiku,lelakiku....
saat darah darah itu mulai mengering
dan pecahannya kembali merekat
dimanakah kau letakkan aku,lelakiku....
saat tubuhku dingin membeku
menanti sentuhanmu
dimana.........??
saat pucuk pucuk bunga itu bermekaran
membentuk sebungkah tawa
dimanakah kau letakkan mimpiku,lelakiku....
saat jelaga jelaga memburamkan pandang mataku
membuyarkan selaksa jingga pada mimpiku
dimanakah kau letakkan hatiku,lelakiku....
saat darah darah itu mulai mengering
dan pecahannya kembali merekat
dimanakah kau letakkan aku,lelakiku....
saat tubuhku dingin membeku
menanti sentuhanmu
dimana.........??
Tuesday, May 20, 2003
Saturday, May 17, 2003
Friday, May 16, 2003
Sebuah lagu kenangan memenuhi ruang kamarku
Melemparku pada kenangan saat kita bersama
Saat saat hidup serasa ceria
Saat setiap katamu berupa kehidupan buatku
Saat hati tak bisa mengingkari arti kehadiranmu
Lagu Baby don't you break my heart slowly�E
Masih terus menggema
Hingga rasanya sudut sudut kamarkupun penuh oleh kenangan kita
Aku tak bisa menipu diriku sendiri bahwa
Terkadang aku masih begitu merindukanmu
Semua yang ada padamu
Entah kau masih ingat itu atau tidak�E.
Trembuku 10 Maret 03 01:40
Melemparku pada kenangan saat kita bersama
Saat saat hidup serasa ceria
Saat setiap katamu berupa kehidupan buatku
Saat hati tak bisa mengingkari arti kehadiranmu
Lagu Baby don't you break my heart slowly�E
Masih terus menggema
Hingga rasanya sudut sudut kamarkupun penuh oleh kenangan kita
Aku tak bisa menipu diriku sendiri bahwa
Terkadang aku masih begitu merindukanmu
Semua yang ada padamu
Entah kau masih ingat itu atau tidak�E.
Trembuku 10 Maret 03 01:40
Thursday, May 15, 2003
: Malam
aku ingin bercinta dengan malam
mencumbui kesendirian
berpeluh napsu dengan kesepian
seperti terbius asap rokok
seperti perbincangan kita tentang pencarian
yang menggiringku kesatu titik temu
dengan jalan yang terjal diwajahku
aku ingin bercinta dengan malam
dimana bintang bintang dan bulan
menyaksikan pergumulan kita dengan kecemburuan
seperti saat kopi dan rokok menjadi sejoli
lalu teh mencemburuinya
yaa...aku ingin bercinta dengan malam
sangat ingin....
dan...maukah kau bercinta denganku sayang?
Colombo Mei 2003
aku ingin bercinta dengan malam
mencumbui kesendirian
berpeluh napsu dengan kesepian
seperti terbius asap rokok
seperti perbincangan kita tentang pencarian
yang menggiringku kesatu titik temu
dengan jalan yang terjal diwajahku
aku ingin bercinta dengan malam
dimana bintang bintang dan bulan
menyaksikan pergumulan kita dengan kecemburuan
seperti saat kopi dan rokok menjadi sejoli
lalu teh mencemburuinya
yaa...aku ingin bercinta dengan malam
sangat ingin....
dan...maukah kau bercinta denganku sayang?
Colombo Mei 2003
Wednesday, May 14, 2003
: H.M
pernah kubertanya pada malam,
saat mata tak bisa terpejam
saat yang ada hanya binatang malam
kemana perginya sebuah rasa yang bisa mengumpulkan
semua sumber air mata?
ada mata yang begitu sayu
tak lagi bening
ada bibir yang begitu beku
tak lagi manis
ada wajah yang begitu lelah
tak lagi bercahaya
pernah kumenangis pada malam,
saat belati tajam itu tergeletak bersimbah darah disampingku
dan aku tak lagi bisa bergerak
genangan darah itu....darahku sendiri.....membuatku mual,
membuatku ingin muntah..
tapi aku tetap tak bisa bergerak
pernah kumengadu pada malam,
saat yang terdengar hanya lolongan anjing malam
yang menyayat kalbu...
haaah......
sudah tak memiliki rasakah aku?
pernah kubertanya pada malam,
saat mata tak bisa terpejam
saat yang ada hanya binatang malam
kemana perginya sebuah rasa yang bisa mengumpulkan
semua sumber air mata?
ada mata yang begitu sayu
tak lagi bening
ada bibir yang begitu beku
tak lagi manis
ada wajah yang begitu lelah
tak lagi bercahaya
pernah kumenangis pada malam,
saat belati tajam itu tergeletak bersimbah darah disampingku
dan aku tak lagi bisa bergerak
genangan darah itu....darahku sendiri.....membuatku mual,
membuatku ingin muntah..
tapi aku tetap tak bisa bergerak
pernah kumengadu pada malam,
saat yang terdengar hanya lolongan anjing malam
yang menyayat kalbu...
haaah......
sudah tak memiliki rasakah aku?
Monday, May 12, 2003
Hari ini cinta datang mengetuk
tapi pergi sebelum pintu dibuka
berapa ya....jumlah orang yang dapat mendengar suara hati?
haah......kelihatannya lebih sedikit lagi yang mengikutinya...
selama ini kita telah tumbuh menjadi generasi yang
dibuai oleh dongeng klasik
dimana cinta adalah kunci kebahagiaan...
tapi kenapa kita tidak pernah tahu bagaimana mencari cinta?
apalagi untuk mengetahui
kapan cinta datang berkunjung,
tidak ada dari kita yang tahu
tapi saat ini aku berharap
Andai Ia Tau.........
*From Andai Ia Tau
tapi pergi sebelum pintu dibuka
berapa ya....jumlah orang yang dapat mendengar suara hati?
haah......kelihatannya lebih sedikit lagi yang mengikutinya...
selama ini kita telah tumbuh menjadi generasi yang
dibuai oleh dongeng klasik
dimana cinta adalah kunci kebahagiaan...
tapi kenapa kita tidak pernah tahu bagaimana mencari cinta?
apalagi untuk mengetahui
kapan cinta datang berkunjung,
tidak ada dari kita yang tahu
tapi saat ini aku berharap
Andai Ia Tau.........
*From Andai Ia Tau
Superman (It's Not Easy)
I can't stand to fly
It's not that naive
It's just out to find
The better part of me
I'm more than a bird i'm more than a plane
More than some pretty face beside a train
It's not easy to be me
Wish that I could cry
Fall upon my knees
Find a way to lie
About a home I'll never see
It may sound absurd you don't be naive
Even Heroes have the right to bleed
I may be disturbed you won't you concede
Even Heroes have the right to dream
It's not easy to be me
Up, up and away way from me
It's all right you can all sleep sound tonight
I'm not crazy or anything
I can't stand to fly
I'm not that naive
Men werent meant to ride
With clouds between their knees
I'm only a man in a silly red sheet
Digging for kryptonite on this one way street
Only a man in a funny red sheet
Looking for special things inside of me
It's not easy to be me.
I can't stand to fly
It's not that naive
It's just out to find
The better part of me
I'm more than a bird i'm more than a plane
More than some pretty face beside a train
It's not easy to be me
Wish that I could cry
Fall upon my knees
Find a way to lie
About a home I'll never see
It may sound absurd you don't be naive
Even Heroes have the right to bleed
I may be disturbed you won't you concede
Even Heroes have the right to dream
It's not easy to be me
Up, up and away way from me
It's all right you can all sleep sound tonight
I'm not crazy or anything
I can't stand to fly
I'm not that naive
Men werent meant to ride
With clouds between their knees
I'm only a man in a silly red sheet
Digging for kryptonite on this one way street
Only a man in a funny red sheet
Looking for special things inside of me
It's not easy to be me.
Sunday, May 04, 2003
Tuesday, April 29, 2003
Pagi itu dia menangis dalam pelukanku
terus menerus membicarakan tentang kematian
"aku belum ingin mati,yang...
meski aku sadar,pelan pelan penyakit ini akan membawaku menuju kesana" isaknya
aku hanya diam
mengelus elus lengannya
"atau mungkin memang sebaiknya aku mati saja,
toh jika aku mati dan lalu dikubur pun
mereka tidak akan perduli padaku lagi "
aku masih tetap diam
masih juga sambil memandangnya
"siapa mereka,yang...siapaaa!?!?" jeritmu tertahan
kuusap airmatanya
"mereka adalah orang orang tempat dimana seharusnya aku bertumpu...."
.................
"mereka keluargaku sendiri,yang...."
dan aku masih tetap diam
"yang...?!"panggilnya
"ya...?"jawabku sambil mengusap airmatanya
"bicara yang.....bicaaaaaarrrrraaaaaaa!!!!"jeritnya sambil menarik narik ujung bajuku
dan aku tetap masih tak bisa berkata kata
hanya lalu memeluknya
dan kami menangis bersama
maaf sahabat....
aku sungguh tak bisa berkata kata
maaf sahabat...
kau tak butuh kata kata saat ini
lalu malam menjumpai peraduan
kutatap dirinya yang terlelap
wajahnya kuyu oleh airmata yang terus dia peras dari pagi tadi
kuselimuti tubuhnya...
entah kenapa tiba tiba aku merasa takut
takut kehilangan
entah kehilangan apa
hanya resah...
gelisah....
sambil memandangnya yang terlelap
aku teringat kata kata lelakiku pada suatu siang,
"bukan dia atau mereka sebenarnya yang takut kehilanganmu...
tapi kau!...kau yang sebenarnya takut kehilangan mereka!"
aku tak tau apa ada hubungannya dengan kejadian pagi ini
tapi ya....mungkin memang aku yang takut kehilangan dia dan mereka,
takut dia atau mereka berhenti membutuhkan aku lagi,
hanya.....aku terlalu angkuh untuk mengakuinya
ya.....aku ternyata begitu angkuh....
tapi ijin kan aku mengatakan bahwa "aku sayang kamu Non...."
*catatan Yayang buat seorang Non
JogjaRaya April 03
terus menerus membicarakan tentang kematian
"aku belum ingin mati,yang...
meski aku sadar,pelan pelan penyakit ini akan membawaku menuju kesana" isaknya
aku hanya diam
mengelus elus lengannya
"atau mungkin memang sebaiknya aku mati saja,
toh jika aku mati dan lalu dikubur pun
mereka tidak akan perduli padaku lagi "
aku masih tetap diam
masih juga sambil memandangnya
"siapa mereka,yang...siapaaa!?!?" jeritmu tertahan
kuusap airmatanya
"mereka adalah orang orang tempat dimana seharusnya aku bertumpu...."
.................
"mereka keluargaku sendiri,yang...."
dan aku masih tetap diam
"yang...?!"panggilnya
"ya...?"jawabku sambil mengusap airmatanya
"bicara yang.....bicaaaaaarrrrraaaaaaa!!!!"jeritnya sambil menarik narik ujung bajuku
dan aku tetap masih tak bisa berkata kata
hanya lalu memeluknya
dan kami menangis bersama
maaf sahabat....
aku sungguh tak bisa berkata kata
maaf sahabat...
kau tak butuh kata kata saat ini
lalu malam menjumpai peraduan
kutatap dirinya yang terlelap
wajahnya kuyu oleh airmata yang terus dia peras dari pagi tadi
kuselimuti tubuhnya...
entah kenapa tiba tiba aku merasa takut
takut kehilangan
entah kehilangan apa
hanya resah...
gelisah....
sambil memandangnya yang terlelap
aku teringat kata kata lelakiku pada suatu siang,
"bukan dia atau mereka sebenarnya yang takut kehilanganmu...
tapi kau!...kau yang sebenarnya takut kehilangan mereka!"
aku tak tau apa ada hubungannya dengan kejadian pagi ini
tapi ya....mungkin memang aku yang takut kehilangan dia dan mereka,
takut dia atau mereka berhenti membutuhkan aku lagi,
hanya.....aku terlalu angkuh untuk mengakuinya
ya.....aku ternyata begitu angkuh....
tapi ijin kan aku mengatakan bahwa "aku sayang kamu Non...."
*catatan Yayang buat seorang Non
JogjaRaya April 03
Monday, April 28, 2003
jangan sebut cinta tanpa ada rasa
jangan menyayang jika akan pergi...
jangan terbelenggu oleh angan
jangan takut akan kehilangan...
hidup adalah kenyataan
cinta adalah suatu yang hidup
sayang membawa hidup lebih berarti
semua pengorbanan akan memberikan hidup yang lebih baik
hidup adalah kebenaran... dan kebenaran adalah cinta
Postingan MyAdvanturerMan on 18 Maret 02
jangan menyayang jika akan pergi...
jangan terbelenggu oleh angan
jangan takut akan kehilangan...
hidup adalah kenyataan
cinta adalah suatu yang hidup
sayang membawa hidup lebih berarti
semua pengorbanan akan memberikan hidup yang lebih baik
hidup adalah kebenaran... dan kebenaran adalah cinta
Postingan MyAdvanturerMan on 18 Maret 02
Wednesday, April 23, 2003
....
aku hanya ingin membuatmu tertawa
aku hanya masih ingin melihatmu tertawa
....
menebus kesalahanku pada orang orang terdahulu
yang belum bisa kubuat tertawa
dan kulihat tawa mereka
meski aku telah hampir lelah membuat mereka tertawa
....
sungguh...
aku hanya masih begitu ingin membuatmu tertawa
seperti malam tadi
dalam lelap tidurmu
JogJaAjaDeH!
aku hanya ingin membuatmu tertawa
aku hanya masih ingin melihatmu tertawa
....
menebus kesalahanku pada orang orang terdahulu
yang belum bisa kubuat tertawa
dan kulihat tawa mereka
meski aku telah hampir lelah membuat mereka tertawa
....
sungguh...
aku hanya masih begitu ingin membuatmu tertawa
seperti malam tadi
dalam lelap tidurmu
JogJaAjaDeH!
Monday, April 21, 2003
Wednesday, April 16, 2003
ketika kubilang jangan sayang padaku
kau tertawa
ketika kubilang jangan jatuh cinta padaku
kau terbahak bahak
ketika ku bilang kuingin membunuh jiwaku sekali lagi
kau terdiam...
lalu mendekatiku perlahan dengan sebilah pisau tajam
yang berkilau tertimpa cahaya ditangan kananmu,
menarik jiwaku,menyeretnya dan mencacahnya
tepat didepan mataku...
dengan tangan yang masih berlumuran darah segar,
sisa sisa darah jiwaku,
kau kembali berjalan mendekatiku
menatap tajam pada bola mataku
lalu meletakkan satu tangan dikepalaku...
dan lalu wangi anyir darah seketika menyadarkanku
satu rasa menyentuh ego kewanitaanku
jiwaku ternyata tak pernah benar benar mati,
meski berulang kali aku,entah dia,entah juga kau mencoba membunuhnya...
kau tertawa
ketika kubilang jangan jatuh cinta padaku
kau terbahak bahak
ketika ku bilang kuingin membunuh jiwaku sekali lagi
kau terdiam...
lalu mendekatiku perlahan dengan sebilah pisau tajam
yang berkilau tertimpa cahaya ditangan kananmu,
menarik jiwaku,menyeretnya dan mencacahnya
tepat didepan mataku...
dengan tangan yang masih berlumuran darah segar,
sisa sisa darah jiwaku,
kau kembali berjalan mendekatiku
menatap tajam pada bola mataku
lalu meletakkan satu tangan dikepalaku...
dan lalu wangi anyir darah seketika menyadarkanku
satu rasa menyentuh ego kewanitaanku
jiwaku ternyata tak pernah benar benar mati,
meski berulang kali aku,entah dia,entah juga kau mencoba membunuhnya...
Thursday, April 10, 2003
Monday, April 07, 2003
masih bisakah kau rasakan
sisa sisa resahku semalam
ketika ujung kegalauan bergelantung
bergoyang goyang tertiup angin malam
lalu pohon pohon itu merunduk
menatapku
tajam...
terus....terus...
dan aku seketika terbelah
menjadi dua...tiga...empat...
lalu hancur berkeping keping...
tak bersisakah aku?
Jogja 2 April 03
sisa sisa resahku semalam
ketika ujung kegalauan bergelantung
bergoyang goyang tertiup angin malam
lalu pohon pohon itu merunduk
menatapku
tajam...
terus....terus...
dan aku seketika terbelah
menjadi dua...tiga...empat...
lalu hancur berkeping keping...
tak bersisakah aku?
Jogja 2 April 03
Sepotong jam menggantung di dinding. melumat senja dalam kamar.
ada medali melambai. entah pada siapa. tapi lirih lagu berbisik lembut ditelinga.
seperti perahu tua. melayarkan kita pada sekeping kenangan.
Pada langit yang semakin berat menanggung ingatan. Terdiam, entah.
Lantas berharap semoga hujan luruh seperti tadi begitu indahnya.
Kali ini jazz merasuki udara. Ada apa?
Ruang dengan bisikan lagu yang tak kukenal, dan suasana resahku makin terasa.
Santai aja….itu kata-kata yang kudengar sepintas.
Hm, malam tanpa rencana, berlalu lah dengan cepat.
Dan kubergantung pada resahku,melayang layang, entah kemana….
Rasanya hidup tanpa tujuan…
Kata seorang teman hidup itu harus mempunyai tujuan…
Tapi apa kah benar setiap kehidupan harus memiliki tujuan?
Tulisan yang tercecer pada sudut kamarku 1 april 2003
(pit,mel,cha,ri)
ada medali melambai. entah pada siapa. tapi lirih lagu berbisik lembut ditelinga.
seperti perahu tua. melayarkan kita pada sekeping kenangan.
Pada langit yang semakin berat menanggung ingatan. Terdiam, entah.
Lantas berharap semoga hujan luruh seperti tadi begitu indahnya.
Kali ini jazz merasuki udara. Ada apa?
Ruang dengan bisikan lagu yang tak kukenal, dan suasana resahku makin terasa.
Santai aja….itu kata-kata yang kudengar sepintas.
Hm, malam tanpa rencana, berlalu lah dengan cepat.
Dan kubergantung pada resahku,melayang layang, entah kemana….
Rasanya hidup tanpa tujuan…
Kata seorang teman hidup itu harus mempunyai tujuan…
Tapi apa kah benar setiap kehidupan harus memiliki tujuan?
Tulisan yang tercecer pada sudut kamarku 1 april 2003
(pit,mel,cha,ri)
Thursday, April 03, 2003
Masih kuingat saat saat itu
ketika pisau tajam menusukku pada satu malam
dan darah segarku berceceran
menggenangi kamar malam
Lalu kau membersihkannya
dengan tetesan lara diwajahmu
dengan kesakitan dimatamu
ketika menatapku yang terbujur kaku tak bergerak
dengan segala kasih dihatimu,
kau berbisik " serahkan hidupmu pada-Nya "
sembari tersenyum dan mencium keningku
kau lalu menutupi tubuhku dengan selimut tebal
berharap kehangatan bisa membuatku kembali hidup
Hawa dingin,panas,gelap,hitam,
menusuk nusuk nyeri lukaku semakin dalam
menutup jiwaku,hatiku
kecuali mataku yang tak bisa lagi terpejam
bibirkupun terkatup,tak bisa berbicara
bahkan hanya untuk mengucapkan sepatah kata buatmu
ketika kulihat kau keluar dari kamar malam
meninggalkanku sendiri
dengan kegelapan yang masih terus mencacah jiwaku
Jogjakarta 2 April 03
P.S : Bunda,how are you today?
i missed you so........ :)
ketika pisau tajam menusukku pada satu malam
dan darah segarku berceceran
menggenangi kamar malam
Lalu kau membersihkannya
dengan tetesan lara diwajahmu
dengan kesakitan dimatamu
ketika menatapku yang terbujur kaku tak bergerak
dengan segala kasih dihatimu,
kau berbisik " serahkan hidupmu pada-Nya "
sembari tersenyum dan mencium keningku
kau lalu menutupi tubuhku dengan selimut tebal
berharap kehangatan bisa membuatku kembali hidup
Hawa dingin,panas,gelap,hitam,
menusuk nusuk nyeri lukaku semakin dalam
menutup jiwaku,hatiku
kecuali mataku yang tak bisa lagi terpejam
bibirkupun terkatup,tak bisa berbicara
bahkan hanya untuk mengucapkan sepatah kata buatmu
ketika kulihat kau keluar dari kamar malam
meninggalkanku sendiri
dengan kegelapan yang masih terus mencacah jiwaku
Jogjakarta 2 April 03
P.S : Bunda,how are you today?
i missed you so........ :)
Monday, March 31, 2003
Suatu pagi dikotamu
ketika bising suara lalu lintas menggugah mimpiku...
lalu setiap tarikan nafas dalam tidurmu
laksana melodi...
dan hangat pelukanmu
menyejukan sukmaku...
tiba tiba gelisah itu menghampiri..
berdiri dengan gagah
persis didepan tempat tidur kita,
menyentuhku....lembut...
tapi getarannya melemahkan sel sel darahku
kekasih.....
akankah esok pagi aku masih bisa melihat senyummu
saat kau masih terlelap?
~dalam 3 pertemuan kita~
ketika bising suara lalu lintas menggugah mimpiku...
lalu setiap tarikan nafas dalam tidurmu
laksana melodi...
dan hangat pelukanmu
menyejukan sukmaku...
tiba tiba gelisah itu menghampiri..
berdiri dengan gagah
persis didepan tempat tidur kita,
menyentuhku....lembut...
tapi getarannya melemahkan sel sel darahku
kekasih.....
akankah esok pagi aku masih bisa melihat senyummu
saat kau masih terlelap?
~dalam 3 pertemuan kita~
Masih bolehkah aku kembali...
pada garis cakrawala itu lagi
ketika langkah kurasakan sudah hampir semakin jauh
ketika langit kurasakan hampir membelai ujung rambutku
ketika suaramu bak candu yang memabukkan
Masih bolehkah aku kembali...
pada titian jalan tak bertepi
ketika kurasa aku ingin membunuh jiwaku sendiri....
aaahggghhhhhh!!
~mc 5x 03~
pada garis cakrawala itu lagi
ketika langkah kurasakan sudah hampir semakin jauh
ketika langit kurasakan hampir membelai ujung rambutku
ketika suaramu bak candu yang memabukkan
Masih bolehkah aku kembali...
pada titian jalan tak bertepi
ketika kurasa aku ingin membunuh jiwaku sendiri....
aaahggghhhhhh!!
~mc 5x 03~
Saturday, March 29, 2003
............
Dan kau datang kembali pagi itu....
mengetuk halus jendela kamarku
suaramu syahdu...
bak melodi yang mengalun indah
kusingkap tirai pembatas pandang mata
kuingin terus menatapmu.....
merasakanmu........
dan kulihat kau tersenyum,
indah...........
lalu saat kau pergi.........
meninggalkan sisa sisa tetes embunmu di jendela kamarku.......
menyisakan kehampaan dalam ruang gerakku........
dan mentari pagi mengintip malu malu
dibalik awan awan yang juga merupakan kekasihmu........
ahhh............
akan selalu kurindukan kehadiranmu.......
suara penyejuk jiwa........
hanya ketika pagi menjelang sayang.......
kukan selalu merindukanmu........
TrembukuSmile Februari 03
Dan kau datang kembali pagi itu....
mengetuk halus jendela kamarku
suaramu syahdu...
bak melodi yang mengalun indah
kusingkap tirai pembatas pandang mata
kuingin terus menatapmu.....
merasakanmu........
dan kulihat kau tersenyum,
indah...........
lalu saat kau pergi.........
meninggalkan sisa sisa tetes embunmu di jendela kamarku.......
menyisakan kehampaan dalam ruang gerakku........
dan mentari pagi mengintip malu malu
dibalik awan awan yang juga merupakan kekasihmu........
ahhh............
akan selalu kurindukan kehadiranmu.......
suara penyejuk jiwa........
hanya ketika pagi menjelang sayang.......
kukan selalu merindukanmu........
TrembukuSmile Februari 03
Friday, March 28, 2003
Monday, March 24, 2003
Saturday, March 22, 2003
Aku tau........
aku sadar bahwa aku mungkin tak bisa mendapatkanmu lagi,
tapi dengan mencintaimu,
seperti merasakan sinar cahaya matahari pagi,
yang masuk menembus melalui celah celah jendela kamarku,
menyapaku dengan kehangatannya,
mencium pipiku dengan mesranya,
menawarkan sebentuk kasih yang harus kupelajari dan
kuberikan kepada seseorang yang istimewa,
tanpa pamrih,
hingga detik itu berlalu.........
aku baru tersadar........
kasih itu.........
yang kuberikan kepadamu........
menjadikannya kasih yang ABADI.............
Jogjakarta 15 Februari 03
aku sadar bahwa aku mungkin tak bisa mendapatkanmu lagi,
tapi dengan mencintaimu,
seperti merasakan sinar cahaya matahari pagi,
yang masuk menembus melalui celah celah jendela kamarku,
menyapaku dengan kehangatannya,
mencium pipiku dengan mesranya,
menawarkan sebentuk kasih yang harus kupelajari dan
kuberikan kepada seseorang yang istimewa,
tanpa pamrih,
hingga detik itu berlalu.........
aku baru tersadar........
kasih itu.........
yang kuberikan kepadamu........
menjadikannya kasih yang ABADI.............
Jogjakarta 15 Februari 03
Friday, March 21, 2003
Bibirku ingin menyumpahimu dalam doa doaku,
atas luka perih yang kau goreskan ini,
supaya kau juga suatu saat merasakan yang seperti aku rasa.........
bahwa kau tidak akan apernah bisa benar benar bahagia,
Tapi yang keluar dari hatiku,
dalam doa doaku itu adalah untuk kebahagiaanmu.........
bahwa kebahagiaanmulah yang aku inginkan........
bahwa dengan melihatmu bahagialah,
akupun bahagia............
bahwa dibanding kebahagiaanku,
kebahagiaanmulah yang aku utamakan.............
Mengapa hatiku menghianati bibirku Tuhan......?
Jogjakarta Februari 2002
atas luka perih yang kau goreskan ini,
supaya kau juga suatu saat merasakan yang seperti aku rasa.........
bahwa kau tidak akan apernah bisa benar benar bahagia,
Tapi yang keluar dari hatiku,
dalam doa doaku itu adalah untuk kebahagiaanmu.........
bahwa kebahagiaanmulah yang aku inginkan........
bahwa dengan melihatmu bahagialah,
akupun bahagia............
bahwa dibanding kebahagiaanku,
kebahagiaanmulah yang aku utamakan.............
Mengapa hatiku menghianati bibirku Tuhan......?
Jogjakarta Februari 2002
Dalam diam ku bertanya.......
akankah kehidupanku kembali seperti dulu lagi?
dalam doa aku meminta.......
Tuhan,berikan aku kesempatan,
untuk memeperbaiki kesalahan yang masih bisa kiranya ku perbaiki
dalam gelap malam tanpa sinar bulan........
ku berharap,
semoga ketika bulan kembali,
dia mau memberikan sedikit saja cahayanya,
masuk kecelah celah jendela kamarku,
dalam sunyi aku termenung........
tak bertanya,tak meminta,tak berharap,
hanya termenung............
akankah kehidupanku kembali seperti dulu lagi?
dalam doa aku meminta.......
Tuhan,berikan aku kesempatan,
untuk memeperbaiki kesalahan yang masih bisa kiranya ku perbaiki
dalam gelap malam tanpa sinar bulan........
ku berharap,
semoga ketika bulan kembali,
dia mau memberikan sedikit saja cahayanya,
masuk kecelah celah jendela kamarku,
dalam sunyi aku termenung........
tak bertanya,tak meminta,tak berharap,
hanya termenung............
seorang wanita......
duduk dipojokan sebuah warung yang penuh dengan kepulan asap rokok dan bau minuman beralkohol,
termenung............
matanya nanar menatap kebulan asap asap rokok para pengunjung warung dan penjaja kenikmatan....
dengan latar suara suara manja wanita wanita lainnya yang sedang bermesraan.....
seorang lelaki.......
berdiri disisi lain pojokan warung itu,
menyaksikan kehampaan yang tergambar dalam tatapan wanita itu,
lalu seorang lelaki lain yang berkumis tebal dan berambut gondrong dengan mulut yang bau minuman beralkohol,
serampangan,mendekati wanita itu....
menciumnya dari belakang...
mencoba mencumbunya dengan liar......
tapi wanita itu tetap diam tak bergeming.....
merasa jengah dengan lelaki itu,
dia lalu membisikan sesuatu ditelinga lelaki serampangan tadi.....
dan lelaki itupun lalu pergi dengan tatapan menghina kepada wanita itu.....
sayup sayup lelaki dipojokan itu menangkap apa yang dibisikan wanita itu....
"maaf,aku sedang tak berselera untuk kau siksa malam ini "
Ps. sumprit deh! ini bkn ttg gonjazzzz lho hehehe
joking lho ya :P
well,thank you ya jazzz :)
duduk dipojokan sebuah warung yang penuh dengan kepulan asap rokok dan bau minuman beralkohol,
termenung............
matanya nanar menatap kebulan asap asap rokok para pengunjung warung dan penjaja kenikmatan....
dengan latar suara suara manja wanita wanita lainnya yang sedang bermesraan.....
seorang lelaki.......
berdiri disisi lain pojokan warung itu,
menyaksikan kehampaan yang tergambar dalam tatapan wanita itu,
lalu seorang lelaki lain yang berkumis tebal dan berambut gondrong dengan mulut yang bau minuman beralkohol,
serampangan,mendekati wanita itu....
menciumnya dari belakang...
mencoba mencumbunya dengan liar......
tapi wanita itu tetap diam tak bergeming.....
merasa jengah dengan lelaki itu,
dia lalu membisikan sesuatu ditelinga lelaki serampangan tadi.....
dan lelaki itupun lalu pergi dengan tatapan menghina kepada wanita itu.....
sayup sayup lelaki dipojokan itu menangkap apa yang dibisikan wanita itu....
"maaf,aku sedang tak berselera untuk kau siksa malam ini "
Ps. sumprit deh! ini bkn ttg gonjazzzz lho hehehe
joking lho ya :P
well,thank you ya jazzz :)
Kusenandungkan lagu rinduku.....
dalam doa yang terucap tak sempurna...
Kunyanyikan senandung cintaku...
terselip dalam khayalan yang tak pasti...
jika memang perjalanan ini berujung....
seperti yang kita impikan lelakiku.....
jika boleh berujung........
bertepi di hanya satu titik.....
Biarlah itu boleh didekapmu.....
Biarlah itu bisa dipelukmu.......
Bukan cuma untuk sehari saja....
Tapi....
untuk selamanya.......
sepanjang doa dan napas kita......
P.S ; Dimalam ketika rindu kita tak terkatakan
Jogyakarta July 2002 00:45
dalam doa yang terucap tak sempurna...
Kunyanyikan senandung cintaku...
terselip dalam khayalan yang tak pasti...
jika memang perjalanan ini berujung....
seperti yang kita impikan lelakiku.....
jika boleh berujung........
bertepi di hanya satu titik.....
Biarlah itu boleh didekapmu.....
Biarlah itu bisa dipelukmu.......
Bukan cuma untuk sehari saja....
Tapi....
untuk selamanya.......
sepanjang doa dan napas kita......
P.S ; Dimalam ketika rindu kita tak terkatakan
Jogyakarta July 2002 00:45
Disuatu senja..........
ketika aku tersadar bahwa aku mencintaimu lebih dari apapun
hingga membencimu saja aku tak sanggup......
Disuatu senja..........
ketika aku tersadar mungkin saja hatimu telah dimiliki orang lain
atau masih tetap dimiliki oleh "nya"
hingga kamu......begitu berbeda..........
Disuatu senja..........
ketika aku tersadar bahwa aku mencintaimu lebih dari apapun
hingga mengexpresikannya saja aku tak bisa.......
Disuatu senja.........
ketika aku ingin kamu tau.....
seperti itulah cintaku.......
Meski ternyata..........
Cintaku mungkin tak cukup untuk membuatmu bertahan,
berbahagia....disisiku.....
Nabire Desember 2002
ketika aku tersadar bahwa aku mencintaimu lebih dari apapun
hingga membencimu saja aku tak sanggup......
Disuatu senja..........
ketika aku tersadar mungkin saja hatimu telah dimiliki orang lain
atau masih tetap dimiliki oleh "nya"
hingga kamu......begitu berbeda..........
Disuatu senja..........
ketika aku tersadar bahwa aku mencintaimu lebih dari apapun
hingga mengexpresikannya saja aku tak bisa.......
Disuatu senja.........
ketika aku ingin kamu tau.....
seperti itulah cintaku.......
Meski ternyata..........
Cintaku mungkin tak cukup untuk membuatmu bertahan,
berbahagia....disisiku.....
Nabire Desember 2002
Monday, March 17, 2003
Kekasihku...........
Jika masih boleh aku jujur padamu.....
terkadang ciuman pertama kita
dan kecupan terakhir dikeningku itu
masih terus membayangiku..........
hanya itu sayang....
dan bukan hal hal "liar" yang telah kita lewati bersama......
Lalu membuatku terjaga berkali kali ditengah malam buta,
menggapaimu yang tak akan lagi tergapai.....................
Jika masih boleh aku jujur padamu.....
terkadang ciuman pertama kita
dan kecupan terakhir dikeningku itu
masih terus membayangiku..........
hanya itu sayang....
dan bukan hal hal "liar" yang telah kita lewati bersama......
Lalu membuatku terjaga berkali kali ditengah malam buta,
menggapaimu yang tak akan lagi tergapai.....................
Subscribe to:
Posts (Atom)